Minggu, 23 Juni 2013

Guru Dapet Pelatihan Dari Ford, wow..



Ford Motor Indonesia (FMI) terus melanjutkan usaha untuk meningkatkan kesadaran berkendara secara aman. Dengan mengadakan program Ford Driving Skills for Life (DSFL) yang baru-baru ini diperuntukkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di TMII - Museum Purna Bhakti Pertiwi.

Sesi pelatihan DSFL khusus ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional atau yang dikenal dengan HARDIKNAS. Peringatan ini telah dirayakan sejak tahun 1908 sebagai penghormatan untuk pahlawan pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

PGRI didirikan pada 1945, sekitar tiga bulan setelah hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, terbentuknya PGRI mempunyai tiga tujuan, termasuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, meningkatkan pendidikan, dan membantu membudayakan dan melindungi hak buruh serta guru di Indonesia.

FMI menyambut lebih dari 100 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk sesi DSFL ekslusif. Mereka sangat bersemangat untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai teknik dan keahlian berkendara secara aman. Sesi DSFL meliputi sesi pelatihan di kelas yang mengajarkan teori, serta sesi berkendara untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari.

“Kami sangat senang mengikuti program DSFL ini. Program ini memberikan kami pengalaman berharga yang dapat kami bagikan lagi ke murid-murid kami dan juga anggota-anggota PGRI lainnya.” Drs. H Adi Dasmin MM, Sekretaris Umum PGRI Jakarta.

Dengan dukungan dari Asia Injury Prevention Foundation (AIPF) dan bermitra dengan Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), program Ford DSFL membantu meningkatkan kesadaran mengenai praktek berkendara secara aman dan telah menyelenggarakan sesi dengan beragam kelompok dan organisasi secara gratis.





Materi dari sesi DSFL mencakup tips untuk mengantisipasi kondisi jalan dan bagaimana cara menghindari berkendara dengan kecepatan tinggi. Kemudian teknik berkendara dan bagaimana cara merawat kendaraan untuk menjaga kondisi hemat bahan bakar secara optimal. Selanjutnya penggunaan sabuk pengaman, menghindari gangguan ketika berkendara serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

“Ford merasa bangga untuk menunjukkan apresiasi tulus kami bagi para guru dan profesi mereka pada Hari Pendidikan Nasional dengan menyediakan program DSFL khusus,” Bagus Susanto, Managing Director Ford Motor Indonesia.

“Dengan pelatihan DSFL, kami membantu mereka menjadi pengendara yang lebih baik dan lebih aman. Serta meningkatkan kesadaran terhadap keamanan di jalan, yang kami yakin akan mereka bagikan lagi kepada murid-murid mereka,” tambah Bagus.

FMI meluncurkan program DSFL di Indonesia pada tahun 2008, dan semenjak itu lebih dari 6,000 pengemudi yang memiliki SIM di seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam program pelatihan DSFL. Para peserta meliputi konsumen Ford dan bukan konsumen Ford, pemerintah dan organisasi non-pemerintah, perusahaan, mahasiswa, perwakilan dealer, media, anggota kepolisian dan tentara, serta karyawan Ford.


Sumber : otosia.com

Senin, 10 Juni 2013

Wow All-New Ford Ranger Seirit City Car







All-New Ford Ranger membuktikan kepemimpinannya dalam efisiensi bahan bakar. Hal ini dibuktikan melalui tantangan hemat bahan bakar dengan menempuh jarak hampir 500 km dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Dari tantangan ini didapat rata-rata penggunaan bahan bakar All-New Ford Ranger sebesar 15.80 km/lt. Ford Motor Indonesia mengundang 24 jurnalis dari media terkemuka untuk ikut serta dalam tantangan ini. dengan melibatkan enam unit All-New Ford Ranger Double Cab XLT Hi-Rider Duratorq TDCi 2.2L VG Turbo.

Para peserta dibagi secara acak ke dalam enam kelompok, dengan pengemudi dan penumpang dari setiap all-new Ranger bertukar posisi di beberapa lokasi yang telah ditentukan selama perjalanan. Dengan tujuan mewakili berbagai gaya mengemudi dari setiap individu guna mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Tantangan ini secara independen di uji oleh BTMP-BPPT, institusi pemerintah terkemuka yang berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi. Untuk memastikan kualitas, tangki bahan bakar setiap Ranger di isi dengan Pertadex - referensi UN-ECE untuk uji bahan bakar diesel. Kemudian tangki tersebut di segel rapat pada saat memulai perjalanan dari Jakarta.

AC juga dinyalakan pada pilihan kecepatan blower nomor 2 dan kemudian di segel. Dimana juga dengan tujuan kondisi tersebut tetap terjaga selama perjalanan, selain itu, tekanan ban juga di ukur pada tekanan 38 psi baik untuk ban depan maupun ban belakang, sesuai dengan panduan pengguna.

Setiba di tujuan Tanjung Emas, Semarang, BTMP-BPPT mengevaluasi seluruh kendaraan di atas permukaan datar. Dengan menggunakan penggaris ukur water-pass untuk memastikan keadilan dan kredibilitas penilaian.

Kemudian penambahan bahan bakar dilakukan dengan menggunakan bejana ukur yang telah dikalibrasi untuk memastikan hasil yang akurat. Hasil terbaik didapatkan dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 15,80 km/lt. Hasil ini didapat dengan waktu tempuh 11 jam perjalanan pada kecepatan rata-rata 45.49 km/h melintasi beragam kondisi jalan dan kemacetan lalu lintas.

“Kendaraan double cabin dikenal sebagai mobil pekerja dan biasanya dipersepsikan sebagai kendaraan yang boros bahan bakar karena ukurannya yang sangat besar. Namun demikian, teknologi yang ditawarkan oleh all-new Ranger berbeda dari para pesaingnya. All-new Ranger terbukti irit bahan bakar, disamping itu juga tetap nyaman untuk dikendarai,” ujar Pekik Irianto, majalah Auto Bild, salah satu anggota kelompok pemenang.

Mesin all-new Ranger Duratorq TDCi 2.2L VG Turbo menghasilkan output torsi puncak sebesar 375 Nm dan output tenaga 150 hp. Dengan menggunakan variable geometry turbocharger yang memampukan kendali lebih akurat terhadap tekanan tenaga. Hal ini menghasilkan torsi pada kecepatan rendah sehingga meningkatkan daya luncur dan hemat bahan bakar.

Selain itu, transmisi manual enam percepatan menyediakan penggantian roda gigi presisi dengan tuas transmisi pendek. Indikator perpindahan roda gigi pada panel instrumen membantu memandu pengendara dalam memilih roda gigi terbaik untuk penghematan bahan bakar.

“Hasil dari test drive ini menegaskan bahwa all-new Ranger memang merupakan pemimpin dalam penghematan bahan bakar di Indonesia,” kata Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia. “Bagian penting dari transformasi produk One Ford adalah memperkenalkan kendaraan yang menawarkan efisiensi bahan bakar terdepan di segmennya untuk para konsumen kami.”


Sumber ; otosia.com